Di halaman ini disarikan mengenai bagaimana:

  1. Memperoleh keringanan dalam hal biaya persalinan
  2. Prosedur pendaftaran anak di kuyakusho, KBRI, serta Imigrasi Jepang .

A. SEBELUM MELAHIRKAN ANAK

Nama Isteri harus sudah tercantum pada kartu hoken suami. Kalau belum, segera daftarkan isteri pada bagian Kokumin Hoken di shiyakusho (kantor kota) atau kuyakusho (kecamatan).

Di Sanfuzinka /R.S bersalin

  1. Periksa kehamilan istri

Setelah istri terbukti hamil, pihak RS Bersalin akan memberi SURAT BUKTl HAMIL (nishin shoumesho).

Di Hokenjo

Dengan membawa surat bukti hamil yang telah ditandatangani istri, dapat mengambil di Hokenjo buku BOSHI TEICHO (buku riwayat ibu hamil & anak). Selanjutnya boshiteicho digunakan selama pemeriksaan kehamilan periodik. Terjemahan BOSHI TEICHO dalam bahasa Inggris dapat ditanyakan di kantor tersebut.

Di Fukushi Jimusho

Setelah 6 -7 bulan kehamilan, untuk mendapat keringanan biaya persalinan (入院金援助) dapat datang ke FUKUSHI JIMUSHO dengan membawa:

  1. Surat keterangan mahasiswa (zaigakushomesho)
  2. Surat keterangan tinggal
  3. Kartu hoken /asuransi
  4. Boshiteicho
  5. KTP suami dan istri
  6. Bukti pajak zero (hikazeisyo) (kadang2 diminta baik istri dan suami)

Catatan:

Penentuan R.S. tempat persalinan akan ditunjuk oleh fukushi jimusho dan akan ada sedikit wawancara dan jawabannya akan diperoleh melalui pos.

B. SETELAH KELAHIRAN ANAK

Di Kantor Administrasi R.S

  1. Sehari setelah melahirkan mintalah surat kelahiran (bahasa Jepang)
  2. Pada saat akan keluar R.S perlihatkan kepada petugas surat dari fukushi jimusho administrasi bila perlu, sehubungan dengan biaya persalinan.

Di Kuyakusho

Dengan membawa surat lahir dari R.S, Boshiteicho dan kartu hoken, lakukan:

  1. Pendaftaran/pelaporan tentang kelahiran anak pada bagian SHUSSEI TODOKE (lapor anak lahir) dengan menyerahkan:
    1. Surat lahir dari R.S asli
    2. Bositeicho
    3. Minta Juri shomesyo (¥300/lembar)
  2. Pendaftaran anak di bagian FUKUSHI Shiyakusho/Kuyakusho (untuk mendapatkan jidou-te-a-te 5,000/bulan, caranya:
    1. Isi formuiir
    2. Bositeicho
    3. Paspor isteri
  3. pendaftaran anak ke bagian Kokumin Hoken untuk dimasukkan ke kartu asuransi bapak. Secara otomatis akan mendapat Sushan Hojookin (pengembalian biaya melahirkan) sebesar ¥300.000, dengan cara:
    1. Isi formulir
    2. Bositeicho/sussei todoke somesho
    3. Kartu hoken
  4. Urus sekalian kartu berobat gratis : Iryou shomeisho/Iryouken (医療証明書・医療券)

Di KBRI Tokyo atau KJRI Osaka

Persyaratan pembuatan Surat Keterangan Lahir:

  1. Surat permohonan ditujukan kepada Kasubid Konsuler.
  2. Fotokopi surat nikah/akta pernikahan dari orang tua.
  3. Surat keterangan lahir dari rumah sakit berbahasa Inggris atau terjemahan dari surat keterangan lahir kedalam bahasa Indonesia/Inggris dengan ditanda tangani oleh penterjemah.
  4. Alien registration anak.
  5. Mengisi formulir (diketik).
  6. Pelayanan per pos melampirkan amplop dan perangko balasan (kakitome)
  7. Jika paspor anak akan diikut sertakan dalam paspor orang tua lihat halaman paspor biasa bagian konversi.
  8. Biaya ¥500.

Konversi Paspor Perorangan menjadi Paspor Keluarga, dokumen yang diperlukan:

  1. Surat permohonan ditujukan kepada Kasubid Konsuler.
  2. Paspor orang tua asli dan fotocopy semua halaman terpakai.
  3. Alien registration anak (asli dan fotocopi).
  4. Pasfoto orang tua background merah, ukuran 3,5×4,5 cm sebanyak 2 lembar
  5. Pasfoto anak background merah, ukuran 3,5×4 cm sebanyak 2 lembar.
  6. Biaya ¥1.500.

Aplikasi bisa dilakukan lewat pos tercatat (Kakitome), dengan sebelumnya mengirimkan amplop dan perangko balasan ke:

INDONESIAN CONSULATE GENERAL
(Bidang Konsuler)
Daiwa Bank Semba Bld.6F. 4-4-21 Minami Semba
Chuo-ku Osaka 〒542-0081

Di Imigrasi (Jepang) harus diurus tidak lebih dari 1 bulan setelah lahir guna mendapatkan VISA DEPENDENT anak yang baru lahir dengan:

  1. Isi formulir untuk visa anak lahir (SINDOKU)
  2. Paspor istri yang telah mencantumkan anak
  3. Bositeicho/ shomeisho
  4. Copy surat lahir dari R.S berbahasa Jepang (kadang ditanyakan mengenai istri/suami jadi ada baiknya membawa pasport suami, KTP, kartu MHS, serta KTP istri).
  5. Gratis tanpa biaya.

Di Shiyakusho/Kuyakusho

KTP/ID card orang asing dapat diperoleh di bagian GAIKOKUJIN TODOKE dengan:

  1. Isi formulir pelaporan
    1. Paspor istri yang telah mencantumkan nama anak serta visa untuk anak
    2. Bositeicho/sussei todoke shomeisho.
  2. Untuk ID anak tidak dipungut biaya apapun.

Catatan:

HOKENJO tidak sama dengan bagian KOKUMIN HOKEN di Shiyakusho/Kuyakusho namun untuk daerah tertentu bisa jadi berlokasi sama. Hokenjo melayani banyak hal masalah ibu dan anak (semacam posyandu di Indonesia), sedang bagian kokumin hoken hanya melayani pendaftaran asuransi.

Di dalam BOSITEICHO ada lembaran (warna kuning untuk Yokohama) yang dapat digunakan untuk keringanan biaya pemeriksaan kehamilan periodik. Untuk beberapa tempat di Tokyo keringan biaya pemeriksaan kehamilan diberikan melalui lembaran kupon yang dapat diminta > dari 10 Iembar dari Hokenjo. Sekali pemeriksaan cukup diberikan satu lembar kupon.

FUKUSHI JIMUSHO tidak sama dengan bagian FUKUSHI Kuyakusho. Fukushi jimusho adalah kantor kesejahteraan masyarakat yang berlokasi di kota kabupaten/kecamatan dan melayani banyak hal mengenai kesra. Sementara kuyakusho/kecamatan sendiri mempunyai bagian fukushi.

Surat lahir dari R.S hanya dapat 1 lembar berbahasa Jepang karenanya sebelum diserahkan saat sussei todoke di kecamatan sebaiknya difotocopi 2-3 lembar. Untuk surat lahir berbahasa Inggris jumlahnya sesuai permintaan dengan membayar.

Segera setelah mendapat surat lahir dari R.S, masukkan nama anak dalam hoken (usahakan sebelum anak keluar dari R.S sudah selesai). Hal ini penting untuk persiapan kalau terjadi sesuatu pada anak, misalnya mesti opname pasca kelahiran. Bila telah tercantum dalam hoken maka anak biaya-biaya seperti di bawah dan Iryou shomeisho/Iryouken (医療証明書・医療券) bisa diminta di Shiyakusho/Kuyakusho).

  1. Sejak lahir hingga berumur 1 tahun bebas biaya perobatan.
  2. Sejak lahir hingga berumur 5 tahun bebas biaya ke dokter gigi.

Sumber: http://moelyono.multiply.com/links/item/11